User
Password
 
  Lupa Password
Login | Registrasi
Deskripsi
Mata kuliah Linguistik Austronesia yang diselenggarakan ini merupakan mata kuliah wajib bagi mahasiswa tingkat lanjut yang mengambil spesialisasi studi Linguistik di Jurusan Sastra Indonesia. Namun, kuliah ini terbuka pula bagi peserta dari Jurusan Bahasa-bahasa Asing misalnya Jurusan Roman (seperti Sastra Perancis) dan Jerman (seperti Sastra Inggris), Jurusan Bahasa Asia Barat (Sastra Arab), Jurusan Sastra Nusantara dan Arkheologi. Selain dengan tujuan untuk memperkaya khasanah kebahasaan pada mahasiswa, mata kuliah ini ditawarkan sebagai salah satu alternatif bagi mahasiswa dalam upaya mencari topik bagi penyusunan skripsi (bahkan juga bagi penyusunan tesis dan disertasi pada program S2 dan S3 di UGM). Penulisan skripsi yang selama ini terlalu banyak membahas bidang linguistik mikro seperti struktural, pragmatik, dan sosiolinguistik atau makro seperti etnolinguistik berdampak pada terbatasnya cakrawala pemahaman dan cara pandang mahasiswa sehingga dapat menimbulkan kesan seolah-olah bidang kajian linguistik relatif sangat sempit. Melalui penyelenggaraan mata kuliah ini diharapkan mahasiswa mampu memiliki pandangan baru dan cakrawala pemahaman yang luas terhadap bidang garapan studi Linguistik.
Tingkat pemahaman mahasiswa atau daya serap mahasiswa yang mengikuti mata kuliah Linguistik Austronesia ini di Fakultas Ilmu Budaya diperkirakan mencapai di atas 90 persen. Pengambilan mata kuliah ini tidak hanya diikuti peserta dari beberapa Jurusan yang mempunyai spesialisasi studi Linguistik, tetapi biasanya juga dapat diikuti mahasiswa asing yang belajar bahasa pada program reguler atau program INCULS dan bermanfaat untuk memperoleh wawasan tentang studi rumpun bahasa-bahasa di kawasan Asia-Tenggara Pasifik.


Tujuan Instruksional Umum
Dengan mengikuti mata kuliah ini pada akhir semester diharapkan mahasiswa tidak hanya dapat memahami masalah tetapi juga melakukan penelitian terhadap bahasa-bahasa kerabat di Indonesia sebagai bagian integral dari rumpun bahasa Austronesia. Penelitian yang dimaksud berkaitan dengan wawasan tentang keberadaan bahasa-bahasa kerabat di kawasan Asia Tenggara-Pasifik, dan penentuan hubungan kerabat antarbahasa yang diteliti sebagai bagian yang membentuk pengetahuan komprehensif yang berkaitan dengan bahasa kerabat lainnya di kawasan Austronesia. Mengingat mata kuliah ini memerlukan latihan praktikum, dengan sendirinya diperlukan alokasi waktu dan dana yang perlu untuk melakukan kegiatan penelitian di luar kelas atau di perpustakan. Dengan mengadakan latihan praktikum dengan mengandalkan data dari sumber sekunder mahasiswa dapat dihadapkan secara langsung dengan realitas kebahasaan yang terdapat di dalam masyarakat. Dengan demikian, mahasiswa dituntut untuk selalu mengutamakan kecermatan, kekritisan, kekreatifan, dan keterampilan memupuk daya imaginasi dalam upaya mendeskripsikan dan memetakan keberadaan bahasa kerabat dalam kawasan rumpun Austronesia. Kreativitas peserta dituntut mulai dari tahap penyediaan data dari sumber sekunder atau primer, analisis data, hingga ke penyajian data dan penentuan hubungan kerabat antarabahasa yang diteliti dengan bahasa kerabat lain dalam lingkup kawasan rumpun bahasa Austronesia.

Dosen
Nama : Dr. Inyo Yos Fernandez
Email :
Telepon :
NIP :

Jadwal Kuliah
Kuliah tatap muka diadakan pada hari Jumat pukul 07.00- 08.40 di Gedung B Ruang 204 FIB UGM. Selain itu, pertemuan non tatap muka lain untuk kuliah interaktif on-line atau mengerjakan tugas praktikum yang dijadualkan sesuai dengan kesepakatan bersama di antara dosen dan peserta kuliah sedikitnya sekali dalam dua pekan.

Referensi
I. Bacaan Wajib

1. Blust, R.A. 1985. Telaah Komparatif Bahasa Nusantara
Barat. Jakarta: Penerbit Djembatan
2. Dixon, R.M.W. 1997. The Rise and Fall of Languages.
Cambridge: Cambridge University Press.
3. Dyen, Isodore 1975. Austronesia and Proto Austronesia.
Dalam Current Trends in Linguistics Vol. 8
4. Fernandez, Inyo Yos. 2004. “Asal Mula Orang
Austronesia”. Dalam "Polemik tentang Masyarakat
Austronesia. Fakta atau Fiksi." Prosiding Kongres Ilmu
Pengetahuan VIII. Jakarta: Kerja sama LIPI dengan
Depdiknas DIKTI.
5. Fernandez, Inyo Yos. 2005. “Linguistik Historis
Komparatif. Ke Arah Pemahaman Teori dan Praktik
Perbandingan Bahasa-bahasa Austronesia”. Yogyakarta:
Universitas Gadjah Mada. Fakultas Ilmu Budaya
6. Keraf, Gorys. 1996. Linguistik Bandingan Historis. Cet. 3.
Jakarta: Gramedia.
7. Lyle, Campbel 1998. Historical Linguistics An Introduction.
Edinburg: Edinburg University Press.


II. Bacaan Pendukung
1. Bellwood, 1991. The Austronesian Dispersal and the Origin
of Languages.Scientific American, 265 (1)
2. Collins, James T. 1986. Antologi Kajian Dialek Melayu.
Kuala Lumpur: Dewan Bahasa dan Pustaka, Kementerian
Pelajaran Malaysia.
3. Fernandez, Inyo Yos. 2002. “On the Search of Linguistic
Relationship between Some AN and Non AN in East
Indonesia.” Dalam Sudaryanto and Aleks Horo Rambadeta
(eds.), in Interelationship Between Language and Culture
in Non Austronesian Area. Yogyakarta. Center for Asia
Pacific Studies, Gadjah Mada University Press.
4. Humboldt, Wilhelm Von. 1949. Über die Kawi-Sparache auf
der Insel Java. Berlin
5. Meillet, Antoine. 1970. The Comparative Method in
Historical Linguistics. Paris: Librairie Honore Champion. 5.
6. Schmidt, Wilhelm. 1898. Die Sprachliche Verhältinisse
Oceniens (Melanesiens, Polynesiens, Mikronesiens, und
Indonesiens) in ihre Bedeutung für di Ethnologie. Mitt.
Anthrop. Ges, Wien 29.
7. Simanjuntak, Truman et al. (eds.).2006. Austronesian
Diaspora and the Ethnogeneses of People in Indonesian
Archipelago. Proceedings of the International Symposium.
Jakarta: LIPI Press.


Home i-elisa Daftar Komunitas Berita & Info Dokumentasi FAQ Saran